Apakah Anda Depresi?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur untuk mengetahui, apakah anda saat ini sedang depresi atau tidak.

I. Apakah saat ini anda merasa sedih?
0. Saya tidak merasa sedih.
1. Saya merasa sedih.
2. Saya sedih sepanjang waktu dan tidak dapat mengubahnya.
3. Saya begitu sedih atau tidak gembira sehingga saya sama sekali tidak suka.

II. Apakah harapan anda untuk masa depan?
0. Saya tidak berkecil hati tentang masa depan.
1. Saya merasa berkecil hati tentang masa depan.
2. Saya merasa tidak memiliki apa-apa yang diharapkan.
3. Saya merasa bahwa masa depan tidak ada harapan dan bahwa segalanya tidak dapat membaik.

III. Apakah anda merasa gagal?
0. Saya tidak merasa gagal.
1. Saya merasa telah gagal lebih dari rata-rata orang.
2. Saat saya melihat masa lalu, semua yang dapat saya lihat adalah banyak kegagalan.
3. Saya merasa saya adalah orang yang gagal total.

IV. Apakah anda merasakan kepuasan dalam hidup ini?
0. Saya mendapatkan banyak kepuasan dari banyak hal, seperti biasanya.
1. Saya tidak menikmati hal-hal seperti biasanya.
2. Saya tidak lagi mendapat kepuasan sesungguhnya dari setiap hal.
3. Saya tidak puas dan bosan dengan segala sesuatu.

V. Apakah anda merasa bersalah terhadap sesuatu?
0. Saya tidak merasa bersalah.
1. Saya merasa bersalah dalam sebagian kecil waktu.
2. Saya merasa agak bersalah dalam sebagian besar waktu.
3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu.

VI. Apakah kegagalan yang pernah anda alami sebagai hukuman?
0. Saya tidak merasa sedang dihukum.
1. Saya merasa mungkin dihukum.
2. Saya perkirakan saya dihukum.
3. Saya merasa saya sedang dihukum.

VII. Aapakah anda merasa kecewa dengan diri anda?
0. Saya tidak merasa kecewa pada diri saya.
1. Saya kecewa pada diri saya.
2. Saya jijik dengan diri saya.
3. Saya membenci diri saya.

VIII. Apakah anda masih mempunyai minat terhadap orang lain?
0. Saya tidak kehilangan minat pada orang lain.
1. Saya kurang berminat pada orang lain dibanding biasanya.
2. Saya kehilangan sebagian besar minat saya pada orang lain.
3. Saya kehilangan semua minat saya pada orang lain.

IX. Apakah anda dapat membuat suatu keputusan?
0. Saya membuat keputusan sebaik yang saya dapat.
1. Saya menunda membuat keputusan lebih dari biasanya.
2. Saya sangat sulit membuat keputusan dibanding biasanya.
3. Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali.

X. Apakah anda merasa diri anda lebih buruk dari biasanya?
0. Saya tidak merasa tampak lebih buruk dari biasanya/
1. Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik.
2. Saya merasa terdapat perubahan menetap pada penampilan saya yang membuat saya terlihat tidak menarik.
3. Saya yakin bahwa saya tampak buruk.

XI. Apakah anda bisa bekerja seperti biasanya?
0. Saya dapat bekerja sebaik biasanya.
1. Saya memerlukan usaha extra untuk memulai mengerjakan sesuatu.
2. Saya harus sangat memaksa diri untuk melakukan sesuatu.
3. Saya tidak dapat bekerja sama sekali.

XII. Apakah anda bisa tidur dengan nyenyak?
0. Saya dapat tidur sebaik biasanya.
1. Saya lebih mudah lelap dibanding biasanya.
2. Saya lelah setelah melakukan sebagian besar pekerjaan.
3. Saya terlalu lelah untuk melakukan sesuatu.

XIII. Apakah anda mudah merasa lelah?
0. Saya tidak merasa lelah lebih dari biasanya.
1. Saya lebih mudah lelah dibanding biasanya.
2. Saya lelah setelah melakukan sebagian besar pekerjaan.
3. Saya terlalu lelah untuk melakukan apapun.

XIV. Apakah nafsu makan anda berkurang?
0. Nafsu makan saya tidak lebih buruk dari biasanya.
1. Nafsu makan saya tidak sebaik biasanya.
2. Nafsu makan saya jauh lebih buruk sekarang.
3. Saya tidak mempunyai nafsu makan sama sekali.

XV. Apakah anda selalu merasa bersalah?
0. Saya tidak merasa lebih buruk dibanding dengan orang lain.
1. Saya kritis terhadap diri saya untuk kelemahan atau kesalahan saya.
2. Saya menyalahkan diri saya untuk kesalahan saya sepanjang waktu.
3. Saya menyalahkan diri saya untuk setiap hal buruk yang terjadi.

XVI. Apakah anda ingin bunuh diri?
0. Saya tidak terfikir untuk bunuh diri.
1. Saya berfikir untuk bunuh diri tetapi tidak akan melakukannya.
2. Saya ingin bunuh diri.
3. Saya akan bunuh diri jika ada kesempatan.

XVII. Apakah saat ini merasakan gangguan pada kesehatan?
0. Saya tidak lebih khawatir tentang kesehatan dibanding biasanya.
1. Saya khawatir tentang masalah fisik seperti sakit dan nyeri atau gangguan lambung atau kontipasi.
2. Saya sangat khawatir tentang masalah fisik, dan sulit untuk memikirkan banyak hal lain.
3. Saya begitu khawatir tentang masalah fisik saya sehingga saya tidak dapay melakukan hal-hal lain.

XVIII. Apakah anda selalu menangis?
0. Saya tidak menangis lagi dibanding biasanya.
1. Saya lebih banyak menangis sekarang dibandingkan biasanya.
2. Saya menangis sepanjang waktu sekarang.
3. Saya biasanya bisa menangis, tetapi sekarang saya tidak dapat menangis meskipun saya ingin.

XIX. Apakah anda masih mempunyai minat terhadap seks?
0. Saya tidak memperhatikan adanya perubahan minat terhadap seks belakangan ini.
1. Saya kurang tertarik terhadap seks dibanding biasanya.
2. Saya sangat kurang tertarik terhadap seks sekarang.
3. Saya benar-benar hilang minat terhadap seks.

XX. Apakah saat ini anda merasa kesal?
0. Sekarang saya tidak lebih kesal dibanding biasanya.
1. Saya lebih mudah terganggu atau kesal dibanding biasanya.
2. Sekarang saya merasa kesal sepanjang waktu.
3. Saya tidak dibuat kesal sama sekali oleh hal-hal yang biasanya membuat saya kesal.

XXI. Apakah anda merasa berat badan anda menurun?
0. Jika ada penurunan berat badan, saya tidak banyak mengalaminya belakangan ini.
1. Berat badan saya berkurang lebih dari 2,5 Kg.
2. Berat badan saya berkurang lebih dari 5 Kg.
3. Berat badan saya berkurang lebih dari 7,5 Kg.

Skor :
0 – 9 : Normal.
10 – 15 : Gejala Depresi Ringan.
16 – 19 : Gejala Depresi Ringan Sedang.
20 – 29 : Gejala Depresi Sedang Berat.
30 : Gejala Depresi Berat.

Disarikan dari Pemeriksaan Beck Untuk Skrining Depresi.

MP3 Bisa Bikin Tuli?


Penggunaan pemutar musik digital (MP3) di kalangan anak-anak dan remaja dinilai sudah mengkhawatirkan. Uni Eropa pun sudah gerah dan mengeluarkan peringatannya, jika mereka tak mengindahkan peringatan tersebut dan masih menggunakan MP3 semau mereka, maka dikhawatirkan jutaan anak bakal menderita kerusakan pendengaran.

Kemungkinan terburuk, mereka akan kehilangan pendengaran permanen alias tuli. Asumsi tersebut diambil apabila para anak-anak ini mendengarkan MP3 dengan volume tinggi dengan frekuensi lebih dari 5 jam dalam satu minggu dan dilakukan dalam periode 5 tahun.

Mereka menambahkan, dengan mendengarkan MP3 para anak-anak itu disebut sama saja melakukan ‘hiburan kebisingan’. Anak-anak ini pun diminta untuk segera menurunkan volume suara perangkat musiknya tersebut demi melindungi pendengaran mereka.

“Risiko kerusakan pendengaran tergantung dari volume suara dan lamanya durasi. Semakin lama para anak-anak atau remaja ini dekat dengan ancaman tersebut maka semakin dekat pula mereka dengan risiko kerusakan pendengaran,” tukas pernyataan juru bicara Uni Eropa.

Penggunaan perangkat musik digital memang tak mengenal umur, para orang dewasa pun tak sedikit pula yang menggunakannya. Diperkirakan, ada sekitar 50 hingga 100 juta orang yang mendengarkan musik dari perangkat ini secara rutin.

Peneliti Uni Eropa sendiri mengkalkulasikan bahwa jumlah yang berisiko terancam mengalami kerusakan pendengaran ada sebanyak 5-10 persen.

Sementara jumlah perangkat audio portable yang dijual di pasaran mencapai 184 hingga 246 juta unit dalam empat tahun belakangan, dengan 124-165 juta unit diantaranya merupakan perangkat MP3.

Sumber

Mengenal Nyeri Sendi

Oleh: dr. Liana – Rotterdam

Nyeri sendi sering sekali dikeluhkan orang. Jika masih ringan terkadang orang menganggapnya pegal linu atau kelelahan biasa. Padahal jika dibiarkan nyeri sendi bisa semakin parah dan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan dan bekerja. Nyeri sebenarnya adalah satu dari manifestasi gejala-gejala peradangan yang terjadi di sendi. Peradangan pada sendi ini dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah artritis. Apa itu artritis? Artritis adalah istilah umum untuk radang sendi. Ada lebih dari 100 jenis radang sendi yang dikategorikan ke dalam artritis. Peradangan ini ditandai dengan adanya kemerahan, rasa hangat, bengkak dan nyeri di daerah sendi yang terkena. Ini merupakan reaksi alami tubuh terhadap infeksi atau trauma fisik. Peradangan disebut juga inflamasi. Peradangan yang berlangsung dalam jangka waktu lama atau berulang, seperti pada artritis, dapat mengakibatkan kerusakan jaringan. Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih, seperti pada pinggul dan lutut. Tulang-tulang pada sendi dilapisi oleh tulang rawan, yang merupakan bantalan halus dan berstruktur seperti spons, dan berfungsi untuk melindungi tulang serta memungkinkan sendi untuk bergerak tanpa nyeri dan gesekan. Sendi dibungkus oleh pembungkus jaringan ikat yang disebut sinovium. Lapisan sinovium menghasilkan cairan licin, yang disebut cairan sinovium. Cairan ini berfungsi memberikan nutrisi kepada sendi serta membantu mengurangi gesekan. Tulang-tulang pada sendi dikat oleh ligamen yang menjaga sendi agar tetap stabil. Otot-otot serta tendon juga ikut menyokong stabilitas sendi serta memungkinkan kita untuk bergerak. Pada artritis, daerah di dan sekitar sendi mengalami peradangan, menyebabkan nyeri, kaku dan terkadang sulit untuk bergerak. Beberapa jenis artritis juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lain seperti kulit dan organ dalam. Jenis artritis Ada lebih dari 100 jenis artritis. Beberapa yang tersering adalah: Osteoartritis. Ini adalah jenis artritis yang tersering. Terjadi di saat tulang rawan yang melapisi ujung tulang mengalami kerusakan secara perlahan. Tanpa perlindungan tulang rawan, tulang-tulang menjadi bergesekan satu sama lain dan friksi ini menyebabkan nyeri dan bengkak. Osteoartritis dapat terjadi di semua sendi, namun yang tersering adalah sendi-sendi tangan dan sendi-sendi yang menahan beban tubuh, seperti lutut, pinggul dan tulang belakang. Oleh karena itu, osteoartritis sering terjadi jika tulang rawan rusak, atau mengalami degenerasi akibat penuaan. Inilah sebabnya osteoartritis seringkali disebut penyakit sendi degeneratif. Artritis reumatoid. Artritis adalah penyakit kronik yang melibatkan sendi di semua bagian tubuh, tetapi yang tersering adalah tangan, pergelangan tangan, dan lutut. Pada artritis reumatoid, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh sendiri dan menyebabkan lapisan tulang rawan sendi membengkak. Peradangan ini kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya, dan pada akhirnya dapat merusak lapisan tulang rawan dan tulang. Pada kasus yang berat, artritis reumatoid dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti kulit, mata, dan saraf. Gout. Gout adalah keadaan yang nyeri yang terjadi karena tubuh tidak dapat membuang zat alami yang dinamakan asam urat. Kelebihan asam urat ini membentuk kristal tajam di sendi yang menyebabkan bengkak dan nyeri hebat. Gout seringkali mengenai ibu jari, lutut, dan sendi pergelangan tangan. Apa saja gejala artritis? Jenis artritis yang berbeda memberikan gejala berbeda dan gejala ini dapat bervariasi antar individu. Osteoartritis jarang mengenai bagian tubuh lain di luar sendi. Gejala jenis artritis lain dapat meliputi lelah, demam, ruam, dan tanda peradangan sendi seperti: nyeri, bengkak kaku sendi, nyeri tekan, kemerahan, rasa hangat atau panas pada sendi. Apa yang menyebabkan artritis? Ada bermacam jenis artritis dan penyebabnya seringkali tidak diketahui. Sepertinya ada banyak jenis penyebab. Peneliti sedang menyelidiki peran genetik (keturunan) dan gaya hidup mempengaruhi munculnya penyakit artritis. Walaupun penyebab pasti artritis tidak diketahui, ada beberapa faktor risiko bagi artritis. Faktor risiko artritis meliputi: Usia. Risiko mendapatkan artritis, terutama osteoartritis, meningkat dengan bertambahnya usia. Jenis kelamin. Secara umum, artritis lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kegemukan. Kelebihan berat badan memberikan beban lebih besar pada sendi-sendi yang menahan beban tubuh, menambah kerusakan, dan meningkatkan risiko artritis, terutama osteoartritis. Faktor pekerjaan. Beberapa pekerjaan membutuhkan gerakan berulang atau mengangkat beban berat yang dapat memberikan stress pada sendi atau mengakibatkan cedera, yang dapat menjadi artritis, terutama osteoartritis. Apa yang dokter lakukan untuk mendiagnosis artritis? Dokter akan menanyakan riwayat penyakit secara lengkap, termasuk deskripsi gejala yang dirasakan, juga melakuakn pemeriksaan fisik. Beberapa teknik pencitraan, seperti sinar-X (Ronsen) atau MRI (magnetic resonance imaging) seringkali digunakan untuk melihat kondisi sendi. Jika jenis artritis lain selain osteoartritis dicurigai, pemeriksaan laboratorium untuk darah, urin, dan cairan sendi dapat membantu menentukan jenis artritis. Di antaranya adalah pemeriksaan faktor reumatoid untuk artritis reumatoid, kristal kalsium pirofosfat untuk pseudogout, asam urat untuk gout, dan antibodi ANA untuk penyakit lupus. Bagaimana artritis diobati? Tujuan pengobatan artritis adalah untuk meredakan nyeri dan meningkatkan kekuatan dan mobilitas sendi. Pengobatan yang dilakukan meliputi penggunaan obat-obatan, latihan, kompres panas/dingin, penggunaan pelindung sendi, dan pembedahan. Pilihan pengobatan berbeda untuk setiap individu tergantung dari jenis dan derajat artritis. Dapatkah artritis dicegah? Mencegah terjadinya artritis cukup sulit dilakukan, namun ada beberapa cara untuk mengurangi risiko atau memperlambat/mencegah terjadinya kerusakan sendi secara permanen. Upaya ini termasuk: Menjaga berat badan yang ideal. Kelebihan berat badan memberikan beban tambahan bagi sendi. Latihan/olahraga. Menjaga kekuatan otot dapat membantu melindungi dan menyokong sendi. Menggunakan alat bantu dan teknik yang melindungi sendi saat bekerja. Postur dan cara yang benar saat mengangkat benda berat dapat membantu melindungi otot dan sendi. Makanan sehat dan seimbang. Hindari makanan yang mengandung asam urat. Makanan bergizi membantu memperkuat tulang dan otot sehingga meringankan beban pada sendi.

« Entri lama