Mengenal Nyeri Sendi

Oleh: dr. Liana – Rotterdam

Nyeri sendi sering sekali dikeluhkan orang. Jika masih ringan terkadang orang menganggapnya pegal linu atau kelelahan biasa. Padahal jika dibiarkan nyeri sendi bisa semakin parah dan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan dan bekerja. Nyeri sebenarnya adalah satu dari manifestasi gejala-gejala peradangan yang terjadi di sendi. Peradangan pada sendi ini dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah artritis. Apa itu artritis? Artritis adalah istilah umum untuk radang sendi. Ada lebih dari 100 jenis radang sendi yang dikategorikan ke dalam artritis. Peradangan ini ditandai dengan adanya kemerahan, rasa hangat, bengkak dan nyeri di daerah sendi yang terkena. Ini merupakan reaksi alami tubuh terhadap infeksi atau trauma fisik. Peradangan disebut juga inflamasi. Peradangan yang berlangsung dalam jangka waktu lama atau berulang, seperti pada artritis, dapat mengakibatkan kerusakan jaringan. Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih, seperti pada pinggul dan lutut. Tulang-tulang pada sendi dilapisi oleh tulang rawan, yang merupakan bantalan halus dan berstruktur seperti spons, dan berfungsi untuk melindungi tulang serta memungkinkan sendi untuk bergerak tanpa nyeri dan gesekan. Sendi dibungkus oleh pembungkus jaringan ikat yang disebut sinovium. Lapisan sinovium menghasilkan cairan licin, yang disebut cairan sinovium. Cairan ini berfungsi memberikan nutrisi kepada sendi serta membantu mengurangi gesekan. Tulang-tulang pada sendi dikat oleh ligamen yang menjaga sendi agar tetap stabil. Otot-otot serta tendon juga ikut menyokong stabilitas sendi serta memungkinkan kita untuk bergerak. Pada artritis, daerah di dan sekitar sendi mengalami peradangan, menyebabkan nyeri, kaku dan terkadang sulit untuk bergerak. Beberapa jenis artritis juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lain seperti kulit dan organ dalam. Jenis artritis Ada lebih dari 100 jenis artritis. Beberapa yang tersering adalah: Osteoartritis. Ini adalah jenis artritis yang tersering. Terjadi di saat tulang rawan yang melapisi ujung tulang mengalami kerusakan secara perlahan. Tanpa perlindungan tulang rawan, tulang-tulang menjadi bergesekan satu sama lain dan friksi ini menyebabkan nyeri dan bengkak. Osteoartritis dapat terjadi di semua sendi, namun yang tersering adalah sendi-sendi tangan dan sendi-sendi yang menahan beban tubuh, seperti lutut, pinggul dan tulang belakang. Oleh karena itu, osteoartritis sering terjadi jika tulang rawan rusak, atau mengalami degenerasi akibat penuaan. Inilah sebabnya osteoartritis seringkali disebut penyakit sendi degeneratif. Artritis reumatoid. Artritis adalah penyakit kronik yang melibatkan sendi di semua bagian tubuh, tetapi yang tersering adalah tangan, pergelangan tangan, dan lutut. Pada artritis reumatoid, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh sendiri dan menyebabkan lapisan tulang rawan sendi membengkak. Peradangan ini kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya, dan pada akhirnya dapat merusak lapisan tulang rawan dan tulang. Pada kasus yang berat, artritis reumatoid dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti kulit, mata, dan saraf. Gout. Gout adalah keadaan yang nyeri yang terjadi karena tubuh tidak dapat membuang zat alami yang dinamakan asam urat. Kelebihan asam urat ini membentuk kristal tajam di sendi yang menyebabkan bengkak dan nyeri hebat. Gout seringkali mengenai ibu jari, lutut, dan sendi pergelangan tangan. Apa saja gejala artritis? Jenis artritis yang berbeda memberikan gejala berbeda dan gejala ini dapat bervariasi antar individu. Osteoartritis jarang mengenai bagian tubuh lain di luar sendi. Gejala jenis artritis lain dapat meliputi lelah, demam, ruam, dan tanda peradangan sendi seperti: nyeri, bengkak kaku sendi, nyeri tekan, kemerahan, rasa hangat atau panas pada sendi. Apa yang menyebabkan artritis? Ada bermacam jenis artritis dan penyebabnya seringkali tidak diketahui. Sepertinya ada banyak jenis penyebab. Peneliti sedang menyelidiki peran genetik (keturunan) dan gaya hidup mempengaruhi munculnya penyakit artritis. Walaupun penyebab pasti artritis tidak diketahui, ada beberapa faktor risiko bagi artritis. Faktor risiko artritis meliputi: Usia. Risiko mendapatkan artritis, terutama osteoartritis, meningkat dengan bertambahnya usia. Jenis kelamin. Secara umum, artritis lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kegemukan. Kelebihan berat badan memberikan beban lebih besar pada sendi-sendi yang menahan beban tubuh, menambah kerusakan, dan meningkatkan risiko artritis, terutama osteoartritis. Faktor pekerjaan. Beberapa pekerjaan membutuhkan gerakan berulang atau mengangkat beban berat yang dapat memberikan stress pada sendi atau mengakibatkan cedera, yang dapat menjadi artritis, terutama osteoartritis. Apa yang dokter lakukan untuk mendiagnosis artritis? Dokter akan menanyakan riwayat penyakit secara lengkap, termasuk deskripsi gejala yang dirasakan, juga melakuakn pemeriksaan fisik. Beberapa teknik pencitraan, seperti sinar-X (Ronsen) atau MRI (magnetic resonance imaging) seringkali digunakan untuk melihat kondisi sendi. Jika jenis artritis lain selain osteoartritis dicurigai, pemeriksaan laboratorium untuk darah, urin, dan cairan sendi dapat membantu menentukan jenis artritis. Di antaranya adalah pemeriksaan faktor reumatoid untuk artritis reumatoid, kristal kalsium pirofosfat untuk pseudogout, asam urat untuk gout, dan antibodi ANA untuk penyakit lupus. Bagaimana artritis diobati? Tujuan pengobatan artritis adalah untuk meredakan nyeri dan meningkatkan kekuatan dan mobilitas sendi. Pengobatan yang dilakukan meliputi penggunaan obat-obatan, latihan, kompres panas/dingin, penggunaan pelindung sendi, dan pembedahan. Pilihan pengobatan berbeda untuk setiap individu tergantung dari jenis dan derajat artritis. Dapatkah artritis dicegah? Mencegah terjadinya artritis cukup sulit dilakukan, namun ada beberapa cara untuk mengurangi risiko atau memperlambat/mencegah terjadinya kerusakan sendi secara permanen. Upaya ini termasuk: Menjaga berat badan yang ideal. Kelebihan berat badan memberikan beban tambahan bagi sendi. Latihan/olahraga. Menjaga kekuatan otot dapat membantu melindungi dan menyokong sendi. Menggunakan alat bantu dan teknik yang melindungi sendi saat bekerja. Postur dan cara yang benar saat mengangkat benda berat dapat membantu melindungi otot dan sendi. Makanan sehat dan seimbang. Hindari makanan yang mengandung asam urat. Makanan bergizi membantu memperkuat tulang dan otot sehingga meringankan beban pada sendi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: